Makalah Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan Kel. 8 : MENANAM POHON BERNILAI EKONOMIS TINGGI

 

Makalah Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan                                                   Medan,   Maret  2021

MENANAM POHON BERNILAI EKONOMIS TINGGI

Dosen Penanggung Jawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Disusun Oleh :

Manda Rizky Abdillah                                                                                      191201010

Huga Petrus Christivani Ginting                                                                     191201128

Ahmad Hisyam Pulungan                                                                                 191201132

Anderson Sitorus                                                                                               191201178

Shafira Chairunnisa Chery                                                                              191201184

Royhana Rahbi Rangkuti                                                                                 191201186

Kelompok 8

HUT 4A



 

 


PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021





KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat dan kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dengan baik. Makalah Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan sebagai syarat masuk Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan di minggu yang akan datang pada Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab Praktikum Pemanenan Hasil Hutan Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan praktikum ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi laporan ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

                                                                                                                                   Medan,    Maret  2021

 

                                                                                                  Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya hutan merupakan suatu anugerah Tuhan, yang mempunyai berbagai manfaat, baik langsung maupun tidak langsung, dan manfaat ini akan dapat dinikmati secara kontinyu, apabila keberadaannya terjamin.Untuk itu sumberdaya hutan yang bersifat renawable resources ini perlu dikelola secara arif, bijaksana dan berkeadilan, serta lestari untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, terutama masyarakat yang berdomisili di dalam dan sekitar kawasan hutan. Untuk terwujudnya kelestarian sumberdaya hutan, dan sejahteranya masyarakat, maka hutan perlu dikelola dengan manajemen yang baik, dan dalam hal ini perlu didukung oleh aturan, kebijakan dan strategi pengelolaan yang baik pula. Untuk memudahkan dalam penentuan arahan strategis dan kebijakan dalam pengelolaan sumberdaya hutan terlebih dahulu perlu nilai ekonomi yang terdapat pada sumberdaya hutan tersebut (Fauzi dkk., 2011).

Penanaman pohon  merupakan  salah  satu  kegiatan penghijauan yang berdampak pada kegiatan ekonomi sosial masyarakat. Upaya   Penanggulangan   Degradasi   serta   menjaga   lingkungan   sebagai   salah   satu penataan  wilayah  ialah  melalui  sistem  penghijauan  atau  penanaman  pohon  di suatu wilayah. Memiliki lingkungan yang  baik  dan  sehat  adalah  merupakan  hak  dan  kewajiban  bagi  semua masyarakat   di   Indonesia,  melalui   penanaman  pohon yang bertujuan untuk (1) Upaya peningkatan kwalitas lingkungan hidup, (2) penumbuhan kota dan daerah yang asri serta  sehat dan (3) pembangunan daerah yang berorientasi pada kelestarian lingkungan. Bagian dari tanaman yang menjadi pertimbangan pemanfaatannya  adalah  dari  organ (batang, daun, buah, bungadan prakaranya serta sifat perkembangannya). Bunga dan daun dapat menimbulkan  kesan  keindahan  (estetika)  dari  beberapa  bunga  dan  daun yang  mengeluarkan aroma  segar  dan  hijau,  batang  dan  daun  sebagai  peneduh, pembatas , penghalang  angin  dan penghalah  cahaya  matahari  langsung (Mukson dkk., 2021).

Kerusakan hutan mengakibatkan efek berantai, mulai dari kerusakan ekosistem, punahnya flora dan fauna, serta munculnya berbagai bencana alam yang justru merugikan manusia. Untuk itu diperlukan solusi yang dapat mengatasi kerusakan hutan yang terus menerus sekaligus dapat meningkatkan dampak positif secara ekonomi yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ditemukanlah alternatif mencegah kerusakan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang relatif cocok adalah dengan menanam pohon yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, misalnya yaitu pohon sengon di sekitar hutan. Selain sebagai salah satu tumbuhan yang dapat memperbaiki kesuburan lahan,sengon juga merupakan penghasil kayu yang produktif. Kayu sengon dapat dimanfatkan untuk kayu kontruksi/bangunan, peti kemas korek api, pulp, jointed board/wood working, sawmill, moulding, meubelair, kayu bakar dan arang. Sifat pengerjaannya relatif mudah dengan cara digergaji, diserut, dipahat, dibor, diamplas, dan diplitur, serta tidak mudah pecah kalau dipaku (Sulaeman dan Muslihat, 2012).

1.2 Rumusan Masalah

            Adapun rumusan masalah yang didapat berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai berikut:

1.      Apa ruang lingkup dan pengertian ESDH?

2.      Apa itu pohon bernilai ekonomis tinggi?

3.      Apa saja 2 contoh pohon yang bernilai ekonomis tinggi?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan yang didapat dan akan dibahas pada makalah ini berdasarkan rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut:

1.      Mengetahui ruang lingkup ESDH

2.      Mengetahui maksud dari pohon bernilai ekonomis tinggi

3.      Mengetahui 2 contoh pohon yang bernilai ekonomis tinggi


BAB II

ISI

2.1 Ruang lingkup ESDH

Ekonomi SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi SDH untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesarbesar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat. Ekonomi SDH sangat mendasar posisinya dalam pengelolaan hutan; tanpa pertimbangan atau analisis ekonomi efisiensi pengelolaan hutan sukar tercapai. Analisis ekonomi SDH dapat diketahui apa yang diusahakan, berapa jumlahnya, kapan ditanam dan kapan dipanen serta berapa harga jual sehingga pengelolaan hutan dapat menguntungkan dan berkesinambungan (Alam dan Supratman, 2011).

Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible. Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai rendah, atau belum diketahui, sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi manfaat-manfaat yang telah dikenal dari SDH secara berlebihan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami konsep nilai dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif, khususnya untuk manfaat intangible yang tidak memiliki harga pasar. Untuk memahami manfaat dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan SDH ini. Berbagai teknik dan metode penilaian ekonomi sumberdaya alam (SDA) telah dikembangkan untuk menghitung nilai ekonomi SDA yang memiliki harga pasar ataupun tidak. Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut dapat dijadikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan sumberdaya alam (SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA yang adil, untuk mendapatkan total kesejahteraan masyarakat yang maksimal (Nurfatriani, 2011).

2.2 Pembahasan Dasar Mengenai Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi

Tumbuhan sejak dulu menjadi sumber pangan, obat-obatan, sandang, bahan bangunan dan berbagai layanan ekologi bagi kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) atau biodiversitas Indonesia diketahui sangat luar biasa besarnya, sehingga Indonesia menyandang predikat negara megadiversitas. Keragaman hayati yang dimiliki dapat dipertahankan dengan melakukan penerapan sistem pengelolaan yang baik, tercipta keseimbangan antara aspek pemanfaatan dengan aspek perlindungan sehinggga tercapai kelestarian fungsi hutan sebagai penopang sistem kehidupan secara luas. Adanya keseimbangan tersebut berarti menjamin keberlanjutan pembangunan (sustainable development) sehingga Kelestarian menjadi suatu keharusan yakni berupaya memenuhi kebutuhan generasi masa kini tanpa mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang. Petani dalam memilih jenis pohon yang akan ditanam tentunya mempunyai pertimbangan rasional, umumnya kalau ditanya biasanya dengan alasan agar dapat mendukung dan mencukupi ekonomi keluarga. Akan tetapi kenyataanya tanpa disadari petani juga mempertimbangkan hal-hal lain selain yang lebih kompleks. faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis pohon yakni biofisik pohon, bentang lahan dan iklim, dan keadaan sosial ekonomi (Hiola, 2015)

Penanaman pohon adalah pross penanaman bibit pohon pada umumnya untuk kehutanan, reklamasi lahan, atau tjuan lanskap. Tujuan dari kegiatan menanam pohon adalah untuk mengurangi dampak global warming dan masih banyak lagi. fungsi dan manfaat pohon bagi kelangsungan hidup semua mahluk hidup di bumi ini sangatlah penting dan tidak bisa dikesampingkan. Tanpa pohon, tidak akan ada yang menghasilkan oksigen yang merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Semakin banyak pohon, maka semakin banyak pula oksigen yang dihasilkan. Secara garis besar fungsi/manfaat pohon dapat dikelompokkan menjadi tiga fungsi berikut: 1. Fungsi Lansekap meliputi fungsi fisik dan fungsi social, 2. Fungsi Pelestarian Lingkungan di dalam pengembangan dan pengendalian kualitas lingkungan, fungsi pohon diutamakan tanpa mengesampingkan fungsi-fungsi lainnya karena pohon merupakan bagian lingkungan, dan 3. Fungsi Estetika Karakteristik visual atau estetika erat kaitannya dengan rekreasi. Ukuran bentuk, warna dan tekstur tanaman serta unsur komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitarnya merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas estetika (Rahman, 2020).

2.3 Contoh Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi

1.    Jati (Tectona grandis)

Jati (Tectona grandis) merupakan salah satu jenis tanaman yang sudah banyak dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat luas dalam bentuk hutan tanaman maupun hutan rakyat. Hal ini dikarenakan hingga saat ini Jati merupakan komoditas kayu mewah, berkualitas tinggi, harga jualnya mahal, dan bernilai ekonomis tinggi. Kayu Jati dapat digunakan sebagai bahan dasar pembangunan rumah, konstruksi jembatan, kayu lapis, rangka kusen, pintu, jendela, kerajinan pahat yang bernilai seni tinggi juga untuk furniture. Kelebihan Jati tidak hanya terletak pada kualitas kayu yang sangat bagus dan bernilai ekonomis sangat tinggi tetapi juga karena sifat-sifat silvikulturnya yang secara umum telah dikuasai. Kayu Jati tahan lama dan kuat. Di Indonesia, Jati ditanam di Pulau Jawa dan beberapa pulau seperti Pulau Muna, Kangean, Sumba dan Bali. Tanah tempat tumbuh Jati yang baik adalah tanah sarang, mengandung Kalsium (Ca) dan Phosphor (P) yang cukup. PH tanah yang cocok untuk Jati antara 6-8. Jati menginginkan kondisi lingkungan yang mempunyai musim kering yang nyata, memiliki curah hujan antara 1200-3000mm/tahun. Intensitas cahaya untuk hidup Jati 75-100% dan suhu berkisar 22o C – 31o C. Ketinggian tempat tumbuh yang baik untuk Jati adalah antara 0-700mdpl (Pudjiono, 2014).

2.    Akasia (Acacia mangium)

Acacia mangium yang juga dikenal dengan nama mangium, merupakan salah satu jenis pohon cepat tumbuh yang paling umum digunakan dalam program pembangunan hutan tanaman di Asia dan Pasifik. Keunggulan dari jenis ini adalah pertumbuhan pohonnya yang cepat, kualitas kayunya yang baik, dan kemampuan toleransinya terhadap berbagai jenis tanah dan lingkungan. mangium dipilih sebagai jenis tanaman yang paling cocok untuk tempat tumbuh yang marjinal, seperti padang rumput alang-alang. Pohon mangium pada umumnya besar dan bisa mencapai ketinggian 30 m, dengan batang bebas cabang lurus yang bisa mencapai lebih dari setengah total tinggi pohon. Pohon mangium jarang mencapai diameter setinggi dada lebih dari 60 cm, akan tetapi di hutan alam Queensland dan Papua Nugini, pernah dijumpai pohon dengan diameter hingga 90 cm. Kayu mangium dapat digunakan untuk pulp, kertas, papan partikel, krat dan kepingan-kepingan kayu. Selain itu juga berpotensi untuk kayu gergajian, molding, mebel dan vinir. Karena memiliki nilai kalori sebesar 4.800–4.900 kkal/kg, kayunya dapat digunakan untuk kayu bakar dan arang. Daunnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Cabang dan daun-daun kering yang berjatuhan dapat digunakan untuk bahan bakar (Krisnawati dkk., 2011).

 

 BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

1.  Penanaman pohon merupakan  salah  satu  kegiatan penghijauan yang berdampak pada kegiatan ekonomi sosial masyarakat. Upaya   Penanggulangan   Degradasi   serta   menjaga   lingkungan   sebagai   salah   satu penataan  wilayah  ialah  melalui  sistem  penghijauan  atau  penanaman  pohon  di suatu wilayah

2. Ekonomi SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro

3. Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible

4. Jati merupakan komoditas kayu mewah, berkualitas tinggi, harga jualnya mahal, dan bernilai ekonomis tinggi

5. Kayu Acacia mangium dapat digunakan untuk pulp, kertas, papan partikel, krat dan kepingan-kepingan kayu. Selain itu juga berpotensi untuk kayu gergajian, molding, mebel dan vinir.

3.2 Saran

Sumber daya hutan, sebenarnya cukup potensial jika dikembangkan dan diolah secara maksimal. Sebaiknya setiap individu ataupun perusahaan yang mengolah sumber daya hutan, tidak hanya memperhatikan aspek ekologi saja atau ekonomi saja, namun harus seimbang antara keduanya.


DAFTAR PUSTAKA

Alam S, Supratman AM. 2011. Ekonomi Sumberdaya Hutan. UNHAS Press. Makassar.

Fauzi, Darusman, D, Wijayanto, N, Kusmana, C. 2011. Analisis Nilai Ekonomi Sumberdaya Hutan Gayo Lues. Jurnal Hutan dan Masyarakat. 6(1): 13-20

Hiola AS. 2015. Kajian Pemilihan Jenis Pohon Pada Agroforestri Ilengi Berdasarkan  Faktor Biofisik, Bentang Alam Dan Sosial Ekonomi Dengan Pendekatan Local User Value Index (LUVI). Jurnal Ilmu Kehutanan3(5): 1-28.

Krisnawati H, Kallio M, Kanninen M. 2011. Acacia mangium Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas. CIFOR, Bogor.

Mukson, Ubaedillah, Wahid, FS. 2021. Penanaman Pohon Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Penghijauan Lingkungan. Jurnal Abdi Masyarakat UMUS. 1(2): 52-57

Nurfatriani, F. 2011. Konsep nilai ekonomi total dan metode penilaian sumberdaya hutan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan3(1), 1-16.

Pudjiono s. 2014. Produksi Bibit Jati Unggul (Tectona grandis) Dari Klon Dan Budidayanya. IPB Press. Bogor

Rahman G. 2020. Persepsi Masyarakat Kota Samarinda Terhadap Fungsi, Manfaat, Dan Nilai Ekologis Pohon. eJournal Sosiatri-Sosiologi , 8 (1): 102-116.

Sulaeman, E, Muslihat, A. 2012. Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Kabupaten Karawang Melalui Optimalisasi Lahan Darat dengan Penanaman Pohon Sengon. Jurnal SOLUSI. 10(2): 1-6

 

Comments

Popular posts from this blog

Tugas Kewirausahaan (UAS)

Laporan Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan